Berita

Breaking News:    Festival HKAN

PENANGANAN KONFLIK BUAYA MUARA YANG DILINDUNGI UNDANG UNDANG

Tanjabbar (01/07/2020). Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi melakukan penanganan konflik satwa liar Buaya muara (Crocodylus porosus) yang berada di Desa Suak Samin, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Buaya muara adalah salah satu jenis buaya terbesar di dunia yang berhabitat di perairan tawar seperti sungai, danau, rawa dan lahan basah lainnya. Hewan ini berperan penting dalam suatu ekosistem perairan, yaitu sebagai bagian rantai makanan serta mencegah kelebihan populasi satwa mangsa. Umumnya, buaya aktif pada siang dan malam hari. Hewan ini merupakan pemakan daging (karnivora) yang berdarah dingin serta memiliki kebiasaan berdiam di air mendinginkan atau berjemur di darat untuk menghangatkan tubuhnya. Akibat kebiasaan tersebut, aktivitas buaya dengan masyarakat sekitar seringkali bersinggungan sehingga dapat memicu keresahan masyarakat.

Tim BKSDA Jambi yang dipimpin oleh Marwa Prinando bersama masyarakat sekitar melakukan penelusuran di sepanjang kanal disekitar lokasi konflik. Berdasarkan hasil penelusuran tersebut, dijumpai 1 (satu) ekor Buaya muara berukuran ±2 meter dan diduga buaya telah memakan hewan ternak anjing (2 ekor) milik Katimun, salah satu warga Desa Suak Samin Kecamatan Pengabuan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Sejalan dengan itu, tim BKSDA juga memberikan penyuluhan mengenai karakteristik dan perilaku buaya muara yang dikaitkan dengan aktivitas masyarakat sekitar lokasi buaya ditemukan untuk menghindari lokasi tersebut serta memberikan himbauan dengan memasang papan peringatan di lokasi tersebut.

“Penyuluhan dan pemasangan papan peringatan dilakukan agar masyakarat dapat mengetahui karakteristik buaya serta masyarakat lebih